Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 08, 2006

Doyan paha ayam? Sex anda kuat

Date: Mon Sep 9, 2002 9:35 am

Daging ayam sering dianggap sebagai rasa yang mendunia. Dasar ini yang dipakai oleh pencipta Mie Instant yang pertama kali didunia. Bakmi rasa kaldu ayam. Ada orang pelihara ayam karena suaranya, seperti ayam pelung, bekisar atau suara ayam Balenggek yang setiap kluruk ada senggakan berulang kali. Ada yang dipelihara karena warnanya, atau karena dijadikan bahan sabung ayam.

Masih ingat lagu almarhum Farid Harja yang judulnya "AYAM", makan pala ayam anda bisa jadi tengleng. Sekalipun lagu ini akhirnya dicurigai merampok lagu Malaysia dengan judul hampir sama.

Ini ilmu titen (identifikasi) yang rada aneh, yaitu melihat perangai dan bakat seseorang melalui cara memilih ayam yang pertama kali.

Orang yang suka makan kepala ayam, konon merasa bakat memimpinnya sebesar gajah bengkak, sekalipun mungkin sampai mati tidak pernah punya anak buah itu tidak menjadi persoalan baginya. Lalu yang kesukaannya gulu pithik atau leher ayam, orang demikian biasanya bijaksana dan memiliki pengetahuan luas. Sukses ada di pintu gerbang. Bagai mana kalau suka jengger ayam, ini jenis suka carmuk terhadap pemimpinnya. Kalau sukaannya swiwi, indikasi orang tidak betah di rumah, penghayal dan kalau tidak terkendali bisa menjadi depresi alias stress. Orang tua jaman dulu sering melarang anaknya jangan makan swiwi-ya.

Umumnya orang memilih "dada menthok" yang empuk, mudah diiris sebab memang melambangkan orang yang selalu ingin cari mudah dalam bekerja atau menyelesaikan sesuatu, kalau punya rejeki, cenderung pamer hidup dinilai dari kemilau mobil keluaran terbaru atau baju dari butik terkenal.

Peminat jerohan, umumnya doyan bekerja yang vivere veri coloso. Nyerempet bahaya. Nyetak VCD porno, casting iklan sabun dsb. Penggemar brutu pendiriannya labil, tidak suka protes dan bagus dijadikan anak buah. Waktu Tommy berkuasa, dia bilang Tommy memang Hebat, kebetulan bapaknya berkuasa jadi tambah hebat. Sekarang bilang "Tommy pantesnya masuk penjara, kelakuannya minus begitu!" - atau dulu bilang "Mbak Tutut memang calon pemimpin Bangsa, ia adalah the rising star" Sekarang bicaranya lain...

Orang dulu bilang "ojo brutune, ora ilok."

Kalau peminat paha (ayam) mulus, berarti penggemar sex yang intensif. Kalau buka internet mestinya cuma yang ngeres-ngeres. Baru bingung ketika e-mailnya penuh dengan tawaran Viagra Full Night.

Kalau suka nyecepi sumsum pertanda pekerja keras. Sudah sarjana tapi maunya wiraswasta. Dimulai dari asongan keripik buatan isteri, sampai sandal Cibaduyut kulakan dari Tanah Abang. Ulet dalam menyikapi hidup.

Kalau suka ceker, katanya mahluk pandai cari obyekan, mudah bergaul dan suka berkelana. Ada yang suka menyedot pangkal bulu ayam, ini bakatnya seniman. Jadi nyentrik. Siapa juga penting-penting amat ngerjain bulu ayam.

Baris sesudah ini adalah kata klise seperti boleh percaya, dst..dst..

Salam,
Mimbar B. Seputro
Penggemar Brutu, Jengger, Ampela, Swiwi, Ceker, Kepala. paha, dada menthok sampai cecep sumsum.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com