Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 10, 2006

Dodol Garut rasa Cadburry

Apa yang terbayang di benak kita ketika melihat sekotak dodol garut merek Picnic. Hati-hati merek beginian banyak plesetannya seperti yang di jual pengasong di Cirebon menjadi Piknic, atau picnik dsb. Dibuka di gerbong spoor, kelihatannya seger. Dibuka dirumah dibonusi jamur.

Penganan manis yang terbuat dari beras ketan, kadang separuh berwarna hitam dan separuhnya coklat susu. Khusus merek Picnic bagian luarnya seperti dilapisi oleh lapisan lilin sehingga tidak lekat dengan kertas pembungkusnya

Kalau di GIGIT, amboi kenyal. Ada perlawanan tapi lembut. Jangan lupa, dia juga tahan disimpan tanpa menjadi berjamur. Banyak orang bisa bikin dodol, ada dodol durian, srikaya dan banyak lagi tapi umumnya dodol yang masih baru kalau tidak terlalu lembek seperti aspal, maka ketika ujutnya mengeras bagian luar dodol sudah ditumbuhi jamur. Sial bener....

Kalau melihat kemasan luar dodol picnic, akan nampak gambar buah-buahan yang atraktif padahal rasa dodol adalah coklat atau susu. kadang memang ada yang seperti keras, tapi saya yakin ini bagian dari gula merahnya. Dari dulu saya penasaran kenapa musti ada gambar nenas, rambutan padahal isinya dodol. Dasar dodol. Sudah terkenal kok masih tega ngapusi.

Selasa malam 20/5/2003 saya lihat talkshow Rhenald Kasali mengodol-odol soal dodol. Nara sumbernya adalah Haji Ato, sebagai generasi kedua pembuat dodol Garut. Kebetulan nih pikir saya, sejak kecil saya sudah penasaran abis, mengapa dodol gambar aneka buah tetapi rasanya aneka susu dan aneka manis doang.

Ceritanya ayahanda Ato namanya Aam pernah bekerja pada sebuah perusahaan Dodol. Bedanya kalau "saya" bekerja disatu perusahaan bukan mengumpulkan pembelajaran melainkan mengumpulkan upah. Dari setahun, lima tahun, sepuluh tahun akhirnya seperti Kiyoshi seumur-umur jadi "E" alias employee. Aam kepingin menggeser dari kwadran E menjadi Kuadran B (bisnis). Ketika menikah, Aam langsung ber-vivere vericoloso jadi usahawan sendiri. Tapi dia tahu, segepok penjual dodol serupa
adalah pesaing kelas senior. Hambatan lain, dodol cuma dikenal saat ada perayaan keagamaan, atau perkawinan.

(Hatta...)

Sebelum dodol naik daun, maksudnya masih kelas comberan, orang berpergian dari satu kota ke kota lain selalu membawa buah tangan seperti pisang, nangka, duren dsb. Kalaupun buah segar tidak bisa dibawa, mereka membawa manisan buah sebagai oleh-oleh.

Kebiasaan ini diamati oleh H Aam dan ia mengadakan sedikit tipuan bahwa selain buah-buahan, atau manisan buah-buahan, dodol juga bisa dijadikan alternatip sebagai buah tangan. Dan simbol buah-buahan seperti di lukisan-lukisan kampung tadi dijadikan logo dagangnya sebagai "dodol=buah tangan".

Jadi kalau ada yang protes rasa buahnya mana, dia akan berkelit itu "logo", kok ditanya rasa..

Oooo gitchuuuu... agak berbau tipu, judulnya Tipu Dodol.

Lha apa ada hubungan buah tangan dengan nama PICNIC?

Di jalan Pasar Koja, Bandung ada toko penganan kelas elite yang larisnya bukan alang kepalang, yang dijual makanan kelas impor. Yang datang orang Belanda, Jepang, atau orang Hitam tapi merasa Belanda. Dodol adalah barang comberan sehingga jangan harap bisa dijual ditoko tersebut.

Merasa usaha menyelipkan dodol dicampur penganan biskuit, apel, keju, taart bakal sia-sia, maka Haji AAM, ayah Ato sering membeli coklat cadburry. Dia sih nggak doyan dengan coklat tersebut ? lho kok beli.

Isi Cadburry diberikan kepada anaknya,m salah satunya Ato, dan bungkusnya ia pelototin abis. Ternyata ia berupaya meniru kemasan Cadburry.

Lalu setelah kemasan bisa direkayasa sampai mirip, bagaimana dengan merek. Pertama ia sadar merek dagang seperti Fatimah, Halima mungkin cocok kalau go Surga, tetapi untuk dagang kurang "go public" apalagi target operasinya orang asing. Musti extra hati-hati. Sekalian meniru kemasanannya, ia tiru pula merek toko tersebut PICNIC.

Kata Rhenald Kasali, dia mengubah suatu IMAGE yang terbentuk menjadi image baru. Image (lama) yang terbentuk disini adalah kalau bikin dodol kasih nama yang imut seperti Herlina, Halima, Aisyah dsb... Dan pak Aam mengubah image menjadi Dodol PICNIC, sebuah nama yang aneh, melanggar aturan umum. Kalau dulu ada Persatuan Pembuat Dodol, bisa-bisa dia di boikot. Tapi nggak.

Strategi lain yang dilakukannya adalah "gaul" dulu dengan pemilik Toko, saban-saban dia "nggelibet" saja di toko tersebut, memperhatikan dan mempelajari. Setelah akrab dengan pemilik baru ia memasukkan misinya. Istilah para pakar bernama Loyola, masuklah melalui pintu mereka, lalu keluar melalui pintumu.

Dan ternyata perubahan ini membawa hoki. Manurut Ato sehari mereka menghabiskan ketan kwalitas prima sebanyak 4 Ton. Kalau dulu Aam bertekad bekerja sampai pensiun dengan perusahaan sebelumnya, maka nama dodol Garut PICNIC tidak pernah ditemukan. Dan Aam (apalagi Ato), mungkin terdaftar sebagai pekerja. Lain tidak. Boro-boro mau jadi Konglomerat Dodol.

Hilang deh rasa penasaran saya sekarang.

Kata kunci: inovasi, melenceng dari pakem, jangan ragu sedikit beda.


22 May 2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com