Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

Depok Tempo Doeloe

Date: Thu Sep 30, 2004 4:53 pm
Harian ibukota pada heboh menurunkan laporan TKW Kedungombo yang terancam dihukum mati akibat membunuh majikannya di Singapore. Sekalipun akhirnya tim jaksa penuntut melunakkan tuntutannya menjadi hukuman seumur hidup. Alasan yang dikemukakan Purwanti bocah cuma khatam SD dan sedikit terganggu itu, ia seringkali disiksa oleh majikannya. Tetapi versi lain mengatakan "cuma" verbal abuse- doang. Sementara itu di Indonesia, para Serikat Buruh lebih suka berteriak didepan MPR atas RUU TNI ketimbang mengurus sesama buruh yang diwakilinya.

Zaman VOC dulu, memiliki hamba sahaya berjibun banyaknya adalah cara untuk menaikkan gengsi seseorang. Akibatnya banyak pembesar Kumpeni yang pelihara budak atau hamba sahaya ini. Namun namanya manusia. Ada yang baik, dan ada yang kejam terhadap pelayannya.

Sebut saja Nyonya Anna Appolonia Jens terpaksa menanggung hidup di Bui selama 25 tahun lantaran memiliki nafsu menggelegak untuk menyiksa pelayannya sampai "babak bundas" dan bahkan ada yang tewas. Bahkan jurnal Degh Register 26 Oktober 1675 melaporkan bahwa tuan Abraham diharuskan membongkar kubur pelayannya untuk di otopsi sebab polisi curiga kematian pelayan wanita ini secara tidak wajar.

*****
Fitri Ghazally seorang penulis masalah Jakarta Kuno yang rajin membuka harian dan dokumen kuno menyimpulkan bahwa di jaman Perburuan dan Penjualan Budak merajalaela di Batavia, konon muncul sebuah nama Cornelis Chalstelijn sebagai tuan tanah "baek hati" yang memiliki Seritifikat Hak Milik dari Gambir (Veltevreden), Jatinegara (Mesteer Cornelis) dampai Bogor (Buitenzorg). Bahkan pada 1715 ia menghibahkan tanahnya kepada para orang Mardijker (merdeka) yang kini dikenal sebagai tanah Seringsing (Serengseng). Lalu, kepada budak-budak kepercayaannya, selain ada yang dijadikan gundik, iapun mempersatukan pelbagai kepala suku seperti suku Bugis, Kalimantan, Jawa dan Bali agar beribadah dalam satu payung. Chalstijn hanya meminta satu syarat, yaitu mengconvert kepercayaan aseli "para pribumi" mengikuti kepercayaannya. Bisa jadi konsep Bhineka Tunggal Ika dalam pengertian sempit (agama)berasal dari jalan pikiran Chalstijn. Ada sekitar 250 orang yang berhasil diconvert oleh Chalstijn. Lalu mereka mendirikan Persatuan Orang Kristen yang dalam bahasa Holandia adalah DEZE EINHEID PREDIKT ONS KRISTUS (terjemahannya dengan persatuan membawa kami ke Kristus). Nama ini diotak-atik oleh Ghazally dalam bukunya menjadi DEPOK seperti yang kita kenal sekarang. Berhubung inilah satu satunya nara sumber yang mencoba menjelaskan asal nama DEPOK, ya diterima saja.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com