Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 04, 2006

De Bong

Date: Wed Jul 26, 2000 12:57 pm
Tadi saya waktu lunch ketemu mas HerMS yang sedang menikmati nasi Timbelnya. Resto itu namanya De'bong.

Rupa-rupanya mas HerMS adalah regular Customer disitu, terbukti setiap ketemu makan siang, lokasinya cuma disitu-situ saja. Iseng saya tanya kenapa namanya De'Bong, apa dari Paris kelahiran Parung, atau plesetan dari Gedebong (pisang).

Mas HerMS hanya senyum penuh arti. Saya makin penasaran.

Tiba-tiba keluar perempuan setengah baya berkulit jernih semlohei, memakai Jengki ketat. Melayani nasi Timbel pesenan customernya.
Mas HerMS bangkit dari duduknya lantas membisiki saya: "Lihat boncengannya, mungkin itu nama De'Bong berasal."
Ternyata emang betul. Roman-romannya dia lebih tepat buka warung Nasi Empal Daging, kalau melihat boncengan yang begitu kukuh. Lantas ingatan saya menerawang ke Jujuk Srimulat, atau Elvy Sukaesih.
Selamat siang mas HerMS....

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com