Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 09, 2006

Daun

Kisah ini konon berasal dari tanah Madura. Ceritanya ada seorang ibu pemilik toko di Madura yang selalu menutup tokonya manakala ia mendengar azan panggilan sembahyang siang (lohor, dhuhur) , sekitar jam 12:00 tiba. Kebiasaan sang ibu selepas sembahyanga adalah mengambil daun-daun yang berjatuhan disekitar warungnya untuk dikumpulkan ditempat sampah dan dibakar.

Kejadian ini dilihat oleh seorang Kiyai dari kejauhan. Untuk membuat kejutan tatkala sang ibu sedang menjalankan ibadah, kiyai memerintahkan murid-muridnmya untuk menyapu halaman sampai bersih.

Demikianlah selepas salat lohor, sang ibu melihat halamannya begitu bersih dan tak selembar daunpun tersisa disana. Ia menangis dan nampaknya menangis sedih sehingga kali ini Kiai mendekatinya sambil bertanya bukankah seharusnya ia gembira hari itu tenaganya bisa disimpan tanpa harus memunguti daun yang berjatuhan.

"Ketahuilah Kiyai, ketika aku mengambil daun-daun tadi sebetulnya aku berdzikir. Sekarang hilang kesempatan emasku untuk berzikir."

Ibu ini memang memilih berzikir sambil mengerjakan sesuatu yang berguna. Dan tinggallah Kiyai yang tercenung karena ia selalu berzikir memilih tempat yang khusus.

MBS 21 April 2003

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com