Daun

Kisah ini konon berasal dari tanah Madura. Ceritanya ada seorang ibu pemilik toko di Madura yang selalu menutup tokonya manakala ia mendengar azan panggilan sembahyang siang (lohor, dhuhur) , sekitar jam 12:00 tiba. Kebiasaan sang ibu selepas sembahyanga adalah mengambil daun-daun yang berjatuhan disekitar warungnya untuk dikumpulkan ditempat sampah dan dibakar.

Kejadian ini dilihat oleh seorang Kiyai dari kejauhan. Untuk membuat kejutan tatkala sang ibu sedang menjalankan ibadah, kiyai memerintahkan murid-muridnmya untuk menyapu halaman sampai bersih.

Demikianlah selepas salat lohor, sang ibu melihat halamannya begitu bersih dan tak selembar daunpun tersisa disana. Ia menangis dan nampaknya menangis sedih sehingga kali ini Kiai mendekatinya sambil bertanya bukankah seharusnya ia gembira hari itu tenaganya bisa disimpan tanpa harus memunguti daun yang berjatuhan.

"Ketahuilah Kiyai, ketika aku mengambil daun-daun tadi sebetulnya aku berdzikir. Sekarang hilang kesempatan emasku untuk berzikir."

Ibu ini memang memilih berzikir sambil mengerjakan sesuatu yang berguna. Dan tinggallah Kiyai yang tercenung karena ia selalu berzikir memilih tempat yang khusus.

MBS 21 April 2003
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe