Date: Wed Feb 27, 2002 2:36 pm

Mengajak anak beranjak dewasa, atau mengajak keponakan balita bepergian, sama repotnya.
Sekali waktu di Bandara Soekarno Hatta, sambil menunggu kedatangan pesawat yang nampaknya terlambat datang, keponakan saya terus merengek "PakDe, beli MacDee." Anak 3 tahun fasih mengucapkan produk Mac Donald. Lalu anak saya yang duduk di SMP, menambahi, disana kalau pelayanan lebih dari 1 menit dapat gratis es krim.

"Wah hebat," pikir saya. Program "reward dan punishment". Saya dengar dibeberapa perusahaan kalau tidak menyapa pelanggan dengan "selamat Pagi, Malam" atau berbicara ringan lainnya, pegawai tersebut akan kena sanksi. Lalu saya masuk dalam barisan antri makanan junk-food yang makin dimusuhi kok anak-anak makin kegilaan mengkonsumsinya.

Ketika giliran saya tiba, saya menunjuk 4 (empat) paket PANAS (pakai
nasi), dan jam pasir kami balikkan. Soal yang beginian (keluar duit) saya bertindak diktator, kalau tidak anak-anak bisa pesan semau-maunya.

Ternyata nasi masih harus menunggu dipanaskan (demikian alasannya), dan jam pasir tadi sudah dibolak-balik berkali-kali oleh anak saya yang dianggap angin lalu oleh kasir McDee. Saya mencoba untuk tidak protes, nanti cerita di milis nggak seru.

Saya baca pada bon pembelian sejumlah uang Rp. 100.000 (kurang dikit) untuk 4 paket panas yang di message board tertulis Rp. 14.400 per paket -

Saya terhenyak, lalu bon saya tunjukkan kepada anak saya (masih sulit bagi anak-anak menghargai uang) bahwa makanan ini selain mahal, dia berbohong dengan iklan pelayanan dibawah 1 menit, dan cara menghitung harga yang sangat rumit, terutama dalam perhitungan pajak.

Dimeja batu saya duduk. Ada beberapa meja yang kosong dan ternyata sudah dipesan oleh satu kelompok bangsa untuk makan bersama. Ah jangan racis.

Lalu saya merasa seperti ada yang kurang, kemana saus tomat yang biasanya ditaruh bersebelahan dengan sambal cocol. Oh, saus tomatpun sekarang sudah tidak termasuk menu MacDonald.
Waktu saya masih termenung, sepotong paha ayam dari baki sudah ditarik anak saya, dan keponakan gendut saya sudah memberi isyarat bahwa junk-food dimejanya sudah habis dan mulai menunjuk-nunjuk mejanya Pakde Mimbar.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe