Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 07, 2006

Dari Bui ke Bakmi

Date: Sun Jul 7, 2002 5:08 pm

Mie Cepat-Saji.

Biasanya anak yang lahir dan dibesarkan oleh kakeknya akan menjadi anak manja sampai-sampai para psikolog mengecam para orang tua yang membiarkan kakek dan nenek mereka ikut mengasuh cucunya. Tetapi manusia adalah produk yang unik, tidak semua pengamatan para akhli sepenuhnya benar. Contohnya Mamofuku Ando yang lahir di Taiwan pada 1911. Ini adalah contoh anak Jepang yang terlahir bukan sebagai anak yang beruntung lantaran orang tuanya meninggalkannya saat usianya masih balita, 3 tahun.

Balita Ando ini lalu diasuh oleh neneknya yang berjualan, kadang ia ikut membantu menjaga warung. Sehingga sekalipun masih ingusan dan rambut kuncung ia sudah amat mahir masak memasak, namun ketinggalan dalam sekolah. Pendidikan dagang dari neneknya mulai berkembang dalam dirinya, dengan modal warisan orang tuanya Ando muda membuka usaha rajut di Taiwan dan Osaka, Jepang.

Usahanya maju, lalu ia mulai melirik usaha jual beli senjata dan onderdil pesawat terbang yang membuatnya di vonis dua tahun lantaran dituduh korupsi.

Keluar dari boei, hartanya sudah ludes disita kecuali sebuah rumah. Pada saat itu 1956 Amerika sedang getol-getolnya kirim gandum sebagai kompensasi setelah menghancurkan Jepang dengan bom atom, persis seperti apa yang dilakukan di Afghan.

Disebuah Toserba Hankyu di Osaka, Ando melihat bagaimana orang Jepang melahap mie dari terigu padahal orang Jepang tadinya makan nasi.

Ando melihat peluang bisnis!. Menjadi pemasok bakmie. Bedanya ia ingin membuat usaha bakmi yang lain dari yang lain yaitu bakmi yang mudah dibuat. Untuk rasa kuahnya dipilih rasa ayam, mengingat hampir semua orang menyukai rasa ayam. Sebuah mesin pembuat mie dibelinya sebagai modal pertama, lalu diemperan rumahnya mulailah ia melakukan beberapa percobaan untuk membuat bakmi yang cukup diseduh langsung di santap. Tahun 1958, ia mencoba menjual mie instannya ke toko-toko. Hasilnya luar biasa, dalam waktu singkat dagangannya laku keras membuatnya lebih bersemangat untuk memperluas usaha bakminya.

Setelah emperan rumahnya tidak mampu untuk menampung produksi mie instan, Ando mulai membeli tanah dan mendirikan pabrik Mie. Pada desember 1958, ia mendirikan perusahaan mie yang diberi nama NISSIN FOODS. Sekalipun sukses berat, naluri re-inventing-nya selalu diasah. Ia mengincar pasar Amerika dan Eropa. Dilakukannya pengamatan dan percobaan untuk meningkatkan mutu mie buatannya tetapi diperhatikan pula bagaimana cara orang Eropa dan Amerika menyantap bakmi.

Di Amerika ia melihat bahwa orang makan mie tidak dengan sumpit melainkan dengan garpu, sebab menyruput mie dari mangkok sambil mengeluarkan bunyia "sruput" bisa dikatagorikan cara makan yang tidak sopan. Dari sinilah ia mengembangkan mie dalam gelas, mengisikan bubuk kaldu kering yang siap saji. Ia menjajagi pasar Amerika dengan mie dalam kemasan styrofoam dan garpunya sudah disediakan dalam keadaan terlipat.

Usaha inipun berjalan mulus.

Puncak kesuksesannya ini ditandai dengan dibangunnya Istana Mie di Shinjuku, Tokyo dan bukan mie saja yang dihidangkan disitu melainkan museum bakmi dan disko.

Mie instan masuk Indonesia pada 1960-an

Di Inti dan Sarikan dari Intisari
4 Juli 2002

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com