March 13, 2006

Cwie Mie

Date: Mon Dec 29, 2003 1:50 pm 12685

Harian terbitan Jakarta memberitakan bahwa sebuah kendaraan sebut saja "kijang" yang dikemudikan oleh seorang perwira ABRI secara mendadak keluar dari resto Cwi Mie di jalan arteri TB Simatupang. Pada saat yang bersamaan dari jalur arteri sebuah bus yang sarat penumpang tidak bisa menghindari tabrakan dengan sang Taruna. Dikabarkan bahwa perwira ini malahan galak menempiling sang supir bus sehingga memicu aksi "bela korp pak Pir." Perwira tadi digebuki sampai babak belur.

Dulu orang Jakarta belum mengenal makanan dengan nama "Cwie Mie" tetapi beberapa tahun kebelakang, para penikmat makanan lezat seperti belum sempurna tingkatan ilmu "badok" kalau belum mencicipi masakan dengan label CW ini. Lalu saya pernah mengajak seseorang yang cukup "lugu" soal makan untuk menikmati Cwie Mie. Mo tahu komentarnya "udah mahal, bakminya sedikit lagi..."
Tapi waktu dibilang ini bakmi top-top-top dia keukeuh bilang "kok biasa saja, nggak beda-beda amat.."

RESEP LAMA, LABEL BARU
Orang Malang memiliki kebiasaan menyebut mie ayam dengan "cwie mie" - dan kebiasaan ini dimanfaatkan oleh Rivai atau lengkapnya Chairul Rivai alias Roelly sang penggagas sebagai upaya menarik rasa ingin tahu orang Jakarta. Ia menjual mie ayam biasa, tetapi dengan label baru. Apalagi kalau pakai embel-embel "arema" - arek malang, dipastikan akan menambah kencengnya arus sentimen dan nostalgia kedaerahan. Ia berhasil.

Rully juga tahu bahwa cita rasa orang Malang tempat ia dibesarkan akan berbeda dengan Jakarta sehingga ia melakukan riset-pasar dengan mengusahakan agar mie ayam eh Cwie Mienya "metch" dengan selera Jakarta yang tidak terlalu asin, dan tidak terlalu manis. Kata Malang dipilih agar menimbulkan sentimen kedaerahan kepada arek Malang yang berada di Jakarta. Ia benar, awalnya hanya orang Malang yang makan di
kedainya. Lalu berangsur-angsur kelompok etnis lain.

Sama dengan penjual keliling susu segar Pengalengan yang pakai tape recorder, setelah moncer mereka berganti nama Susu Murni Nasional. Apakah nanti dia jadi Cwie Mie Nasional? Yang tidak banyak diketahui orang, Rully alias Rivai ini sebetulnya sudah pernah membuka gerai Steak "Roellieis steak" di Cibubur pada 1995. Cuma dua tahun usahanya berjalan sukses tapi lagi-lagi krisis mengakibatkan daging impornya membubung. Bayangkan harga satu porsi yang semula Rp. 12500 naik empat kali lipat menjadi 50.000, terang saja dia kebingungan. Bayang PHK karyawan selalu menghantuinya. Dalam situasi seperti itu dia mendapatkan ide untuk membuka warung bakmi ayam dengan nama Cwie Mie pada 1997.

Kini Ruli memiliki 19 Gerai dan 11 Franchise tersebar di Jakarta, Padang, Batam, Semarang, Yogya. Ia menggunakan tiga konsep usaha "Mother" kalau luas restonya 100-200 meter persegi, Daughter kalau luasnya 60-90 meter persegi dan "food court" bila luas lahan hanya 15-25 meter persegi. Satu-satunya Keluhan yang diutarakannya adalah membanjirnya tagihan, iuran macem-macem dari pemerintah.

Kafi Kurnia penulis masalah bisnis Gatra heran-terheran, ada rasa mie ayam yang seperti mie ayam, tetapi ketika para penggemar masakan ini ditanya apa kelebihan CW, umumnya mereka hanya asal jawab "pokoknya lain ajah..."

Seorang pengamat bisnis mengomentari mengapa seorang Rulli yang nilai Inggrisnya jeblok melulu sewaktu kuliah di Akademi Perhotelan sampai punya nilai moncer dalam mewujutkan impiannya membuat kerajaan bisnis?
Pertama ia memiliki "set of aspirasi". Aspirasinya adalah memiliki sebuah restoran terkenal. Kedua "meaningfull purpose". Relationship of respect, high character, humor and fun (kerja apa saja kalau sudah senang ya fun ajah).

Dari istilah Inggris yang panjangnya seperti berjamaah ini bisa diperas lagi menjadi satu kalimat singkat "Langkah awal untuk meraih sukses adalah menerima kenyataan bahwa tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras..."

Mimbar Seputro
08118065459
Tetap buka gerai mudlogging, ndeke uwong lagi.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com