Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 17, 2006

CTOS dan Keselamatan

Date: Wed Sep 22, 2004 3:16 pm

Anak gaul mana yang tidak kenal CTOS, Cilandak Town Square yang bualan iklannya dahsyat sekali. Melihat anak-anak SMA mengeluarkan uang 1 jeti hanya untuk mengudap kopi bersama teman-temannya, seperti tanpa beban. Terkisah Anto, seorang dealer mobil bekas, hari itu menunggang KIA untuk menunggu pelanggannya di CTOS. Kebetulan karena belum terlalu ramai dia dapat parkir yang strategis. Mudah diakses dari Starbuck Cofee (???), dan dekat orang lalu lalang. Selesai transaksi sebuah kendaraan City Car "AXXXXX" langsung laris seperti kacang goreng, sambil bersiul kecil ia langsung menuju mobilnya. Dengar-dengar ia menjual mobil kelas mur-mer ini dengan 101 jeti. Dengan sistem kredit, paing tidak termasuk DP 20% plus-plus plus sudah masuk koceknya. Dengan rata-rata penjualan 1 mobil perhari, tidak heran wajah Anto menjadi sumringah. Hari menjadi cerah. Bayangkan paling tidak 8 juta sudah masuk koceknya, belum lagi tips dari pembeli. Tidak heran ia punya sebuah HP Telkom, 1 HP Excel, 1 Flexi dikantongnya. Soal Flexi, dia komentar "tilpun sampai jelih (ini padanannya bosan bangget) biayanya murah. Maklum sales-man kalau berkata persis multi level kata-kata "Luar Biasa, Spektakuler, Fantastik" adalah bahasanya sehari-hari.

Teknologi memang memanjakan orang. Sistem alarm yang sensi sehingga ditendang bannya-pun alarm akan segera memberitahukan pemiliknya bahwa ada intruder disekitar mobil. Untuk membuka pintu kendaraan. Tinggal di aktipkan remote controlnya dan kunci terbuka. Masih dengan pengaman di stang stir yang kali ini harus ia buka secara manual.

Sampai didepan pemeriksaan karcis ia merasakan ada yang tidak beres dengan sistem central locknya. Tetapi jangan coba-coba melakukan pemeriksaan mobil dipinggir jalan. Anto sudah tahu bahwa banyak begundal mobil berkeliaran. Tapi sudahlah, banyak mekanik mobil di kantornya. Yang jelas Bos pasti senang. Sebelum kekantor ia sudah jual putus sebuah kendaraan. Saat dia sampai di kantornya ia melongok "bagasi" belakang, baru sadar kalau tas berisi uang, akte kelahiran anak, buku giro sudah digondol maling. Tidak ada bekas kekerasan berarti kecuali, sebuah lubang kecil ditempat anak kunci dimasukkan. Selama ini ia mempercayakan kepada teknologi remote control. Jarang menggunakan "teknologi kunci pintu manual"

Akibatnya keberadaan lubang kecil, terlewatkan.
Sejak itu Anto trauma menerima uang CASH.
"BCA aja dah....." ujarnya. Lebih aman, bebas uang palsu...
Dan ia amit-amit pergi ke CTOS. Trauma katanya.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com