Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 16, 2006

Cabe Rawit di Singapore

Date: Fri Aug 20, 2004 7:11 am

CABAI

Ketika berbelanja di Singapore, kami kesulitan menerjemahkan cabe rawit, cabe pedas kedalam bahasa Inggris. Kalau saya bilang "chili" diberi cabai merah (lombok abang), kalau bahasa Inggris diakrobatkan ala lidah jawa "hot chilli" - penjualnya malah memberi cabai hijau besar yang jelas dipandang remeh kebolehannya oleh penggemar masakan pedas. Akhirnya teka-teki terjawab ketika masuk ke super market saya melihat deretan rawit ditulis "chili paddy" - ini tiada dalam Oxford Dictionary.

Makanan pedas bukanlah favorit saya. Saya heran terheran wajah Uda di komersial sampai basah kuyup lantaran mencolek penganan tahu pakai sambal pedas. Rekan saya sekali waktu bilang bahwa masakan enak itu sudah dinilai saat masuk mulut (pedas), saat diperut (hangat), dan keesokan harinya (maaf) saat "muncrut" yang pedas juga. Bahkan masakan pedas bisa membuat orang menjadi cerdas, buktinya belum dipikir dimana akan dibuang, dia sudah meluncur cepat.

Semula saya anti masakan pedas sebab kansnya selalu tiga banding satu, alias makan 3 kali pedas, satu kali dijamin muncrut. Makanan pedas saya santap ketika daya tubuh menurun sehingga hidung tersumbat akibat pilek. Biasanya rujak pedas dikala pilek menyerang mampu membuat mata menjadi segar lantaran berair, dan lebih dari itu hidung menjadi plong.

****

VITAMIN C

Tidak ada yang bisa mengalahkan cabai dalam hal kandungan vitamin C, kandungan betakaroten dan kemampuannya melindungi jantung. Belum lagi rasanya.

NUTRISI DAN GIZI
Cabai pedas mempunyai kadar gizi lebih tinggi dari cabai paprika sedangkan cabai hijau mengandung nutrisi lebih banyak ketimbang cabai merah. Cabai dikenal mengandung unsur betakaroten yang dikenal dalam dunia kesehatan sebagai anti pembentukan radikal bebas (calon kanker). Satu cabai mentah (45 mg) mengandung 65 mg Vitamin C.

BIOFLAVONOID
Para ahli juga percaya kandungan bioflavonoid dalam cabai cukup significant, yaitu pigmen tumbuhan yang mampu mencegah kanker.

ANTI PENGGUMPALAN DARAH
Bahkan riset terakhir menunjukkan rasa pedas oleh cabai, akibat capsaicin bisa berfungsi sebagai anti pencegah penggumpalan darah (koagulan) yang menjadi penyebab serangan jantung dan stroke.

PEREDAM SAKIT AKIBAT KEMO
Para ahli kimia ataupun tabib memanfaatkan bahan capsaicin atau capsicum yang diextract dari cabai dengan meramunya krim oles untuk meredam rasa sakit akibat nyeri sendi (arthritis), herpes zoster, radang akut akibat cacar air. Selain itu capsaicin membantu mengurangi rasa sakit setelah kemoterapi.

Pendapat ini memang bertentangan dengan anggapan bahwa cabai penyebab peradangan atau masalah dalam pencernakan. Meskipun demikian berhati-hatilah berurusan dengan cabai sebab sedikit capsaicin terkena mata akan menimbulkan iritasi.

Persepsi saya akan masakan pedas berubah positif sekarang, tetapi sedia obat mampet dulu selagi sempet.


Dari buku "Food that harm, foods that heal."

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com