Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 02, 2006

Bromocorah dan Petrus

Mungkin anda masih ingat cerita seputar "Penembak Misterius", yang pekerjaannya menyabut nyawa orang yang dianggap musuh masyarakat (1983). Kadang siang bolong mereka menyatroni korbannya, diambil pakai jeep Hardtop, lantas keesokan harinya media memberitakan ditemukan mayat seseorang bertato dalam keadaan tewas akibat diterjang peluru.

Saya kutipkan dari majalah Gatra

>KETIKA hantu "petrus" alias penembak misterius gentayangan di tahun
>1983, masyarakat di seantero negeri ini geger. Ketika itu para
>bromocorah -- konon jumlahnya sekitar 1.000 orang-- bertumbangan
>ditembus peluru yang dilepas lelaki berambut cepak. Mayat mereka dalam
>keadaan tangan terikat -- kadang dimasukkan ke dalam karung--
>diletakkan di sembarang tempat. Hari demi hari, berita mayat misterius
>menghiasi halaman-halaman surat kabar. Suasana sungguh mencekam.

Sia-sia saja Benny Murdani (alm) menjelaskan kepada pers bahwa penembakan tersebut adalah perang antar geng penjahat, sebab pak Harto malah membeberkannya didalam bukunya "Suharto, Ucapan dan Tindakan." - sebagai tindakan yang terpaksa dilakukan lantaran melihat penjahat sudah semakin brutal dalam memangsa korbannya. Sejatinya banyak orang yang diam-diam memuji kebijakan ini, hanya dalam hati.

Rupa-rupanya, para calon korban sudah diidentifikasi namanya, dibuat daftarnya dan dilaporkan. Team khusus yang terdiri dari penembak jitu dan ahli culik diturunkan, kebanyakan dari Kopasus, beberapa dari satuan lain.

Celakanya, dari sekian banyak nama, ada nama yang ia kenal secara pribadi, yaitu saudaranya sendiri. Well, orang yang memang berbakat berkelahi, berani, ulet, berstamina tinggi, kalau jadi militer ya pantes, kalau sial ya jadi preman. Terpaksa digelar semacam pertemuan keluarga. Dengan muka terlihat murung mereka mencoba menyiasati jalan keluar dari ancaman "petrus". Caranya dengan mengevakuasi calon korban ke tempat lain yang dirasakan aman. Ternyata, yang namanya hukum atau kebijakan apa saja masih tebang pilih alias hanya berlaku kepada orang lain, serentak kena keluarga sendiri aturan mulai diselewengkan.

Date: Sat Jan 22, 2000 10:20 am

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com