Borju

Date: Wed Dec 12, 2001 1:34 pm

Sekali waktu perusahaan didatangi adik-adik untuk partisipasi dalam kuliah
Lapangan. Dalam suratnya mereka mengatakan "Ajakan Untuk Kerja Sama". Terus saya sanggah, kalau kerja sama, apa yang saya dapatkan dari Mutual ini. Terus terang, kalau logo perusahaan dipasang di Sangiran, atau di mana saja, tidak akan menarik perhatian para pemakai jasa kami.

Mereka sedikit kelimpungan. Mungkin tidak menyangka akan di sanggah sedemikian rupa.

Alhasil, sponsorship sekalipun sedikit tetapi dapatlah gitu. Pas uang sudah sampai, saya di e-mail lagi, minta agar semua bukti pengiriman saya fax ke Kampus (yang semua orang sudah tahu suibuknya sangat luar biasa, pesawat tilpun harus sambung menyambung, estafet sampai kadang cut off).

Lagi-lagi saya balas e-mail: "Oalah Mas, sudah minta sponsorship dapet, kok tinggal ambil duitnya kok sampeyan ribet gitu, yak apa rek?"

Saya sudah melupakan peristiwa tersebut, tiba-tiba saya ditilpun para Ahli Teknik di markas besar Pertamina Cirebon, eh adik-adik kelas pada berkunjung ke mari, saya lihat spanduk perusahaanmu di pasang di 3 bis.

Hebat, mereka ternyata pegang janji unjuk bukti...

Nah yang bikin SEKOK (terjemahan shock), ketika saya menerima bungkusan, sekalipun amplopnya putih tapi yakin bukan antrax, isinya T-Shirt Abu-abu dan bukan kelas murahan, pen Boss yang diperebutkan anak saya karena COOL, Bukulapangan, foto-foto ketika mereka di lapangan dengan bis berspanduk sebagai latar belakangnya, gantungan kunci 5a sec, pelbagai stiker.

Tiga puluh tahun lalu, hal ini masih dalam mimpi bisa kuliah lapangan di sponsori perusahaan minyak semacam Exxon, Caltex dsb...

Saya tidak mau berandai-andai, tetapi intuisi saya mengatakan UPN-ku sekarang pasti sudah banyak BORJU-nya, sementara saya anak BURJO (karena kalau sarapan dan lunch kuatnya beli Bubur Kacang Ijo).

Dry Cleaning 5a sec,hanya dikenal dikalangan wong "luwih duite" sekalipun di Jakarta misalnya.

Ketika IAGI di Yogya, saya ajak anak melewati Kampus UPN, baru nyaho anak-anak
bahwa bapaknya punya kampus mewah, sekalipun realnya dulu kampus bapaknya di jlagran cuma terpisah seberang jalan dengan kompleks Wanita Baik dan Ganjen suka ngelus tapi dibilang Nakal.

Semoga dengan fasilitas yang melimpah ruah, hasil praktek lapangan bisa menjadi bekal berharga para mahasiswa kita. Apalagi kalau melihat materi kuliah lapangannya, okey punya dan tidak membubung tinggi di langit.

Selamat saya ucapkan kepada panitia Kuliah Lapangan Geologi, Migas dan Pabum 2001. Sukses selalu.

Jakarta 12 des 2001
Mimbar Seputro
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe