Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 04, 2006

Boneka Galileo

Date: Thu Sep 7, 2000 12:24 pm

Ketika melihat boneka galileo dipajang dilayar TV, saya sempat mbatin, perajin mana yang berhasil memasarkannya? Siapa namanya?.

Adalah Elan Ruslandi (56) penduduk desa Sayati Lama, Bandung yang mulai merintis pembuatan boneka mulai 1979 dibantu dengan isterinya Nani Rukmini. Semula dijual di kaki lima, lama kelamaan konsumen dan supplier berdatangan kerumahnya.

Elan mampu membuat 35 macam boneka, mulai dari macan, anjing dan tentunya Pokemon. Tipa bulan tidak kurang 100 kilogram bulu unggas dihabiskannya untuk memenuhi pesanan 100 kodi boneka buatannya.

Berapa omzet bonekanya itu?, tak kurang dari 25 sampai 35 juta perbulan. Tahun 1983, adalah tahun keemasan sebab "revenue" usahanya melaju laksana tanpa pesaing.

Tapi "gading retaknya" terjadi pada 1985, usahanya ditipu mitra bisnis sampai ia harus bangkrut total dan merangkak dari bawah. "Dagangannya laku, tapi waktu ditagih orangnya kabur," istilahnya "hancur minaaah". Sempat ia putus-tus dengan bisnis yang meninggalkan trauma, cuma usaha dagangnya malahan merugi terus. Panggilan jiwa pembuat boneka muncul lagi di hati pak Elan. Namanya melambung sejak menerima hadiah upakarti 1994, karena kebolehannya menggunakan bahan limbah menjadi boneka lucu. Galileoooo...

Eh pak Elan, apakah anda tidak ingin boneka anda menembus batas negeri ini, melanglang buana di negeri sono ? istilahnya mengekspor, mendatangkan devisa negara? - ini gaya pertanyaan klasik, belum lengkap merangkak sudah pikir ke meloncat luar negeri. "Dalam negeri saja sudah nggak kepegang, boro-boro jual ke luar," katanya sederhana. Sederhana memang jalan pemikirannya, tapi buat orang sederhana dengan omzet 35 juta, menggaji 17 karyawan, jelas bukan pekerjaan sederhana.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com