March 05, 2006

Bolywood

Jakarta, 19 Februari 2001

Saya yakin kalau Hollywood semua orang pasti tahu (awas kalau nggak), lalu, di Jakarta ada komplek Tangkiwood yang para Oma dan Opa kita yang masih ingat keberadaannya.

Tapi di Malaysia kini sedang heboh membicarakan dampak filem Bollywood - yang kata para orang tua "suci" - meruntuhkan ahlak orang Malaysia.

Dengar saja seorang ibu menulis disebuah koran:
"Pening kepala saya pada pagi Hari Raya Aidilfitri, anak perempuan saya meronta tak nak pakai baju kurung. Dia berkeras nak pakai baju macam Kajol."

Kajol adalah bintang cewek "semlohei" filem India, setara dengan Madhuri Dixit. Sementara aktornya adalah Shah Rukh Khan yang kini mulai pudar karena munculnya Hrithik Roshan. Cara berbusana Kajol inilah yang banyak diikuti para ABG Malaysia. Dan dianggap ancaman moraaaaaal bagi para orang tua. Alasan lain, filem India yang obral tarian yang pamer wudel (tidak bodong) ini dianggap meruntuhkan ahlak bangsa Malaysia. Gile bener, orang tua kalau sudah kasih cap selalu yang hiperbola bin bombastis binti dramatisir.

Adegan filem Bollywood banyak yang ** SUMBANG MUHRIM ****, tuduh ibu yang lain. Lha kalau dibandingkan filem Hannibal, mustinya pernyataan itu di tunda dulu.

Mungkin dari kata "belly" inilah muncul kata Bollywood. Selain dari kata "BOMbay"

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com