Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 03, 2006

Bhisma II

Kemarin Bhisma mengendus-endus....

Langsung indera penciumannya di tingkatkan dari Siaga III, Siaga II, Pejaten Timur I, Pejaten Timur II, Jalan Raya Buncit I, sampai ke jalan SIAGA I (lho kok jadi nyasar), beruntung dia tidak sakit flu seperti khabar dari dunia lain. Sudah Siaga, ternyata cuma kena virus flu.

Hatta masuklah ia ke sebuah "hut" tapi karena bukan gubugnya orang Itali yang pinter bikin Pizza, melainkan gubuk orang India, jadinya seperti gubuk gawat darurat, sangat darurat sampai kita teriak gawaaat.

Heran dia menemukan anak perawan secantik dan sewangi itu di hutan Liwang Liwung, apa juragan Perahu dan para Tengkulak tidak punya mata-mata bahwa ada barang imut dikampungnya. Padahal kemarin bu eRTe beli toge rong on (dua ons), se RT ngerti kabeh.

"Namanya dimana wong ayu ?" tanya Sentanu. " Ah baginda raja tiru-tiru pelawak Timbul ya kalau tanya nama sok diplesetake."

"Nama saya Setyawati."

Sang puteri langsung dilamar.
Yang ngelamar raja, bapaknya langsung setuju, malah merasa dapat anugrah. Cuma ada team pembisik bilang, jangan cuma mau dikawinin, iket dengan janji, bilang cucu eluh entar bakal jadi Putra Mahkota, namanya juga raja. Dapet nyang demplon lupa yang dirume. Mending kalo dimodalin sekolah lantas bikin Institut.

"Wah nggak bisa, saya terlanjur janji dengan Ratu Jin Laut Selatan (baru "ngeh" saya sekarang, cerita Raja kawin dengan penguasa laut rupanya sudah ada berabad-abad di India), maksudku Ratu Jin Sungai."

Negosiasi berjalan alot sebab sang Nelayan pasang harga mati. Keturunanya harus jadi Raja - end of story. Kapan lagi bisa kesempatan ganti darah, jadi biru, metalik lagi. Sang Duda, akhirnya patah hati, niat kawin dengan Satyawati, yang ABG, tapi terlanjur janji dengan ibunya si Dewabrata. Nelayan sekarang kok pintar, apa ada LSM menyusup didalamnya ya. Mau bawa-bawa pasal 33 UUD, ini bukan urusan tambang. Walaupun ada juga sedikit sama-sama terlibat unsur pengeboran.

Akhirnya negara mulai kacau, raja cuma mikirin anak nelayan yang kadang merangkap jual ikan asin Jambal.

DEWABRATA AMBIL TINDAKAN PEMULIHAN

Dewabrata, biar anak jin tapi hatinya baek dan mulia. Didatanginya babenya Setyawati. No Worry Chief, gua bakalan nolak jadi Raja, sekarang juga gua pegang ini mike, gua ucapkan pengumuman, bahwa kalau cucumu lahir jantan, pasti jadi Raja, seluruh keluarga saya jamin keselamatannya. Gua pasang badan nih. Swear. Berani disamber gledek.

Iba juga sang anak nelayan (tidak sederhana), melihat perangai Dewabrata. Tapi, ada sang pembisik, bilang "Dia memang tidak ambisi, tapi anaknya gimana, mending cuma minta monopoli pembuatan perahu atau kontak bikin jalan, kalau minta tahta ?". Di masa yang akan datang, juga ada orang yang selalu tukang bisik dan adu domba rupanya.

Dewabrata, sekalipun memiliki privilese, kredibilitas, legitimasi, kesaktian, akredibilitas dan KESEMPATAN, malahan bersumpah "Tidak akan menikah dengan wanita....." tapi percaya saja, Dewabrata juga tidak pernah menikah dengan pria.

Akibat sumpahnya, kayangan jadi gonjang ganjing, kalau di WO Barata, lampu berganti warna merah, biru, kuning secara cepat, tambur di tabuh terus menerus, dan diujung panggung ada dry ice. Ini sumpah sungguh dahsyat, bila dibandingkan sumpah lainnya. Gara-gara ini, Dewabrata diberi gelar BHISMA yang artinya "ide yang terrible, anehnya". Oh ya satu lagi, dia diberi kehebatan "ora tedas tapak palune pande".

Kebalnya bukan karena sama-sama rekan satu perguruan, tapi sifatnya general. Nanti baru bisa mati, kalau memang mau mati. Dalam perang Bharatayudha, dia baru mau mati ditangan Srikandhi (cowok yang berubah kelamin jadi cewek).

Satyawati yang seputih mlati, harum semerbak sepanjang hari - ikutan sinetron Gerhana, lantas diboyong keistana. Sampai akhirnya melahirkan dua putera.

Persoalan belum selesai, adik tirinya mau kawin nggak tahu cara milih isteri yang huebat, ikut sayembara keok, ikut kuiz paling dapet motor tet tet reng-reng SHOGUN.

Bhisma terpanggil untuk membela kehormatan adik-adiknya (entah punya kehormatan atau tidak ), ia dasarnya militer, ambil saja jalan pintas. Walau perlu dua puteri, tapi karena ada 3, maka seperti Indera Safera "Tiga-tiganya saja ah", tiga puteri di ambil.

Date: Tue Feb 29, 2000 2:26 pm

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com