Bela Pati Seorang Istri

Date: Thu Jan 29, 2004 9:38 am 12812

Ketika raja Tabanan, Gusti Ngurah Agung meninggal dunia. Sesuai kepercayaan orang Bali.saat itu Mayatnya dibakar dan saat pembakaran itu dua jandanya melakukan "bela pati" alias larung yaitu ikut mati bersama dengan cara membakar diri hidup-hidup kedalam api yang sedang membakar jenasah sang raja. Lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang. Kata pepatah. Namun dimata VOC, semua ikan dan semua belalang harus sama seperti yang mereka miliki. Kebiasaan larung atawa bela pati dianggap berlawanan dengan aturan main Kumpeni, padahal sudah ada klarifikasi bahwa sebelum dibakar hidup-hidup, kedua janda telah dihabisi dengan keris milik mendiang suaminya sebelum dilarung kedalam api.

Dalam filem "The Last Samurai" digambarkan seorang Hero dari barat Nathan "Tom Cruise" memprotes tindakan para samurai anak buah Katsumoto, yang memenggal kepala musuh yang sudah luka ataupun melakukan "sepupu" alias bunuh diri sebagai tindakan brutal. Padahal Katsumoto sebagai pihak Samurai melihat tindakan itu adalah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada pihak musuh.

Dalam The Last Mohiccan, seorang perempuan barat memprotes keras Indian "HawkEye" gara-gara tidak mau mengubur jenasah yang ditemui dalam perjalan. "biadab," katanya. Tapi Indian punya pendapat lain, mengubur jenasah berarti memberi team pelacak musuh untuk mengetahui kehadirannya.

Juga kepada janda imut-imut malu kepada siapa Nathan jatuh cinta sekalipun suaminya nyata-nyata terbunuh dalam pertarungan dengan Nathan Tom Cruise, Katsumoto sang kakak yang juga bos samurai mengatakan, itu adalah pertarungan yang bagus sekali. Sehingga kematian adiknya adalah kematian yang terhormat. Dan tidak ada urusannya dengan dendam turun temurun.

Akibat memaksakan kepercayaan, tentara Kumpeni merasa perlu mengambil "tindakan seperlunya " untuk memberi pelajaran kepada raja Tabanan serta membebaskan rakyat Tabanan dari "kekejaman tiran" penguasa saat itu. Demikian maklumat Belanda saat itu. Seratus tahun lebih, lagu lama masih terdengar juga.

DUA KAPAL PERANG UNTUK DUA JANDA
Cuma gerakan moral menjadi kebablasan lantaran akibat dua janda raja, Kumpeni kirim dua kapal perang penuh sudah diberangkatkan ke Tabanan Bali. Ribuan soldadu itu berasal dari batalion XX dari Betawi, batalion IX dan IV dari Cimahi tidak ketinggalan salah satunya adalah prajurit kesohor bernama Patinggi yang kelak diabadikan namanya menjadi salah satu kampung di Jakarta, Kampung Patinggi. Padahal dalam waktu bersamaan Belanda masih berperang di Aceh dan Borneo. Menundukkan Tabanan juga tidak mudah sebab kapal perang hanya berlabuh sampai Singaraja, sedangkan untuk menuju Tabanan mereka harus naik turun gunung. Kondisi pasukan sudah letih saat itu. Apalagi di Bali dikenal tradisi "tawan karang", artinya kapal yang "terdampar" dikawasannya segera diambil alih kepemilikannya. Sekalipun negosiasi berlangsung alot namun raja Bali sepertinya masih tetap menjalankan tradisi tawan karang.

Maret 1848 dikirim ekspedisi ke Bali disertai 2265 pasukan gabungan soldadu dari Eropa, Afrika dan Bumi Putra. Serangan pertama sempat dikandaskan oleh perlawanan rakyat Bali yang bersatu melawan penjajah. Dan pertempuran berikutnya adalah memasukkan anasir-anasir pecah belah dengan melakukan pedekate (pendekatan) kepada raja-raja kecil seperti di kawasan Buleleng. Ketika Buleleng berhasil diajak bersekutu, maka langkah Kumpeni menaklukkan Tabanan semakin tidak terbendung. Strategi kuno tetapi masih ampuh sampai sekarang.

[dari pelbagai sumber]
"A diamond is a chunk of coal that made good under pressure.. So you can achieve
more under pressure. You can!"
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe