Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 14, 2006

Batu Ampar Sudah Tutup (13664)

Date: Mon Jul 5, 2004 11:03 pm
Inilah Cuti terakhir di perusahaan saya yang lama. Sekaligus mempersiapkan pengunduran diri.

Begitu kata supir taxi airport bandara Hang Nadim Batam, setelah perjalanan memakan waktu 1 jam 20 menit dari Jakarta. Tanpa kabut. Ia lalu mengusulkan agar taxi yang menuju Batu Ampar dibelokkan ke Sekupang. "Di sana cuma empat puluh menit sampai ke Harbour Front Singapore..." Tapi instink saya mengatakan lain. Ini cuma akal-akalan sang supir agar perjalaan menjadi semakin jauh, dan kocek dirogoh semakin dalam. Saya keukeuh minta diantarkan ke Batam Centre sekalipun menurut supir taxi lama perjalanan ferry dari Batam Centre akan butuh waktu 60 menit.

Dalam perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar 20 menit, supir menanyakan asal usul saya, dan tujuan ke negeri Jiran tersebut. Saya bilang mau nengok anak saya sebab ada kemungkinan dia harus menjalani operasi disana, dan kemungkinan juga tidak. Lalu dia menambahkan bahwa kalau orang sudah bekerja di negeri Jiran, biasanya ogah balik kenegeri sendiri. Kalau sudah mulai "ngelek-elek" negeri, biasanya saya mulai mengambil sikap "right or wrong is diam aja deh.."

Akhirnya sampailah saya di sebuah pelabuhan yang cukup teratur dan rapi. Batam Centre. Setelah memberikan uang taxi sebesar 50.000 maka barang bawaan yang seabreg-abreg banyak dan beratnya mulai saya eret-eret (antara diseret dan tidak). Sebetulnya saya bingung, lha mau kemana wong seumur-umur belum pernah ke Singapore naik kapal via Batam. Inipun gara-gara dua bulan sudah mempersiapkan perjalanan, tiket murah ala pesawat abal-abal macam Bouraq yang biasanya Rp. 250.000 sudah terjual habis. Tinggal yang tersisa tiket Mandala (semi abal-abal) dengan harga yang spesial paket Holiday-Keki, bukan holiday Hoki.

Sebetulnya kalau dipakai matematika, ke Singapore melalui Batam memang secara keuangan terbilang setengah miring. Apalagi sepanjang perjalanan pelayanannya cukup menyenangkan. Baru saja saya berdiri kebingungan mencari kantor pajak untuk bayar fiskal, seorang anak muda kurus mendekati saya. "Nembak fiskal pak, cuma 350.000, resminya 500.000," Welhadhalah tobil anak kadal. Bener to cerita mengenai fiskal nembak ini. Anak muda ini lalu pergi setelah dengan halus saya tolak uluran tangannya. Akhirnya ketemu juga pusat nembak fiskal, maksud saya kantor pembayaran fiskal. Seorang wanita melayani saya, temannya dilatar belakang sedang main Solitaire dengan komputer. Setelah melihat passport Jakarta ia lantas meyebut angka resmi Rp. 500.000 ( di Jakarta Rp. 1000.000).

Langkah selanjutnya mencari agen pelayaran yang melayani penyeberangan Batam Centre - Harbour Front (Sin). Tadi saya dibisiki bahwa di sana ada Ferry Batam Fast, Asean Rider dan Wave Master. Namun sepertinya rekomendasi mereka adalah yang terakhir. Bingung kedua, saya mencari kantor maatschapij Wave Master yang katanya tiap jam sekali melayani Batam - Singapore.

Ketemu juga nggak jauh dari situ.

Jam menunjukkan pukul 14.00 waktu pencoblosan (5 Juli). Dan pengumuman menunjukkan bahwa Feri berikut adalah pukul 15:30. Lalu saya membayar tiket satu kali perjalanan SIN 17. Tidak berdesakan, tidak ada calo berkeliaran. Bingung selanjutnya, setelah fiskal, tiket ferry, kemana lagi saya harus pergi. Rupa-rupanya saya harus menggunakan eskalator ke lantai atas. Disana barang bawaan diperiksa. Lagi-lagi pesawat X-ray harus maju mundur melihat bawaan saya. Ada setengah lusin Sambal cap Belibis [anak saya ndak bisa makan sambal Lampung] sial bener. Entah mengapa anak Indo yang di Singapore, pada maniac berat Sambel Belibis. Untuk mencegah botol pecah, sambal dikemas secara khusus dalam botol plastik dari agennya. Yang dipasaran dalam botol beling.

Dahsyatnya kartu embarkasi saya sudah dicetak lengkap dengan nama dan tanggal lahir. Saya tinggal membubuhkan tanda tangan dan tempat tinggal selama di Singapore (13 Holland Avenue).

Jam 15:30 teng!

Kapal mulai bergerak meninggalkan Batam Centre. Sebetulnya memasuki wilayah Pulau Sentosa hanya 30 menit saja, tetapi berhubung padatnya lalulalang kapal, akhirnya 60 menit diperlukan untuk perjalanan tersebut. Lagi-lagi saya harus menyeret-nyeret tas segede gajah yang jaraknya sama dengan jarak apron ke pangkalan Taxi di Bandara Cengkareng (kurang dikit), yang membedakan, sepanjang lorong penuh dengan toko-toko elektronik, pakaian, tas , sepatu, permata dan berpendingin udara. Namanya saja mall.

Sampai di apartemen, tas dibuka. Isinya bikin saya muka masam tapi bahagia. Betapa tidak, si bibi diam-diam menyelundupkan minyak goreng bimoli, saos tirem, kecap asin kedalam tas saya. Dan ini diluar sepengetahuan sebab saya anggap sebagai Hak Prerogrative si Bibi. Saya saderma courier saja. Hampir 5 tahun sudah anak saya hidup dinegeri orang, dan pelan tapi pasti dia sadar bahwa Indonesia negerinya masih jauh lebih murah. Makanannya masih jauh mirasa (ladzad dzidan). Ikan tengirinya lebih murah, sayuran sayurannya jauuuh murah dinegerinya. Malam itu saya nikmat sekali makannasi putih (Malaysia), Tempe dari Grogol, Kikil dari Grogol, yang digoreng dengan Bimoli dari Grogol. Kalau saja kita hendak bepergian ke Singapore dengan cara murah tapi boros waktu, maka menggunakan pilihan ke Batam jelas hemat. Katakan satu perjalanan dengan Bouraq 250.000, Fiskal 500.000, Taxi (Batam) 45.000, Ferry SIN 17 (sekitar 95.000), Taxi di Singapore sekitar Sin 10 atau (Rp.50.000). Catatan, bepergian bukan pada saat liburan, jadi selain maskapai penerbangan banyak, juga harga tiket menukik tajam....

Di apartemennya saya lihat kaus SBY sedang dicuci.
90794939

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com