Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 14, 2006

Banjir membawa Greng

Date: Thu Apr 22, 2004 12:01 pm 13317

Ditengah gemuruh hujan lebat, saya cabut dari kantor di TB Simatupang sekitar jam 17.00 (lebih dikit), perjalanan yang umumnya bisa ditempuh 1-1,5 jam berakhir dengan tiba di rumah jam 01:30 dinihari. Sebuah perjalanan yang konon setara dengan jarak Jakarta-Yogya seharusnya.

Sampai rumah, suasana banjir Grogol sudah mulai terlihat.

Mandi pakai air dingin, kumur listerin, naik ke tempat tidur, sambil mendengarkan suara gemercik dan gemuruh ban mobil yang menerobos banjir, ditingkahi suara bajaj yang berjuang membersihkan air yang masuk ruang pembakaran. Atau RX King yang terbatuk-batuk. Simfoni lainnya kalau ada mobil lewat maka gelombang air yang ditimbulkannya menerpa pintu pagar sehingga menimbulkan harmoni suara yang "indah" kata saya.

Apalagi gemuruh hujan masih saja belum tuntas. Kok lama-lama timbul "greng" - padahal hampir 8 jam di belakang "stuur." Dan ketika kode-rahasia dilontarkan, ternyata sambil ngantuk (maklum jam 02:00) aku mendapat jawaban "aku banjir jugak" - padahal sudah bilang "Ini dalam rangka Kartono merayakan hari Kartini..." alias kado buat "mama" Kartini.

Ini cilaka 12 naik level ke 13 namanya. Sedikit kecut, Zonder banyak bicara saya balik badan. Tapi tiba-tiba ingak-ingak kata pepatah. Bunyinya "biar jalan kering biar jalan basah, Vespa jalan terus."

Maka apaboleh buat, ya harus jadi Vespa sekalipun nelikung dikit. Agak berbau perkosaan seh, tapi situasi diluar kendali memasuki sudah gawat darurat nech. Bisa bikin apa.

Terbangun jam 07:00 (berarti terlambat 3 jam dari schedule), kok banjir masih berkuasa di seantero Grogol. Lagi-lagi saya dikuasai "Vespa"

Apa boleh buat Vespa jilid dua lagi nech.

Belakangan ini libido saya memang seperti euphoria tanpa banyak cingcong. Tapi untungnya pasangan sudah dipasang "per" jadi nggak takut kebobolan. Padahal ada
teman yang bercanda "bohlam kalau mo putus sering lebih terang daripada biasanya..." - ah perduli apa. Nikmati saja. Aku pikir.


KLB Banjir memang membawa nikmat.
Jakarta 21 April 2004
Mengubah Banjir dan Banjir menjadi Greng.
KLB = Kejadian Luar Biasa.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com