Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 06, 2006

Banjir Kemang Ifi Grande

Date : Friday, February 08, 2002
Mbak Rinto Gellert,
Masih di Amrik Ya?

Anda berbakat paranormal aja lagi.

Ya, saya "kelelep" di Bekasi - Perumahan Ifi Grande. Waktu banjir sedang melibas kota itu, saya di RS Pelni nungguin isteri diopname, jadi cuma dengar tetangga tilpun dari rumah saya terdengar ledakan (mestinya TV Hitachi, Toshiba yang sedang kampul-kampul tabrakan dengan benda keras dan menimbulkan ledakan). Ada 120 cm air memasuki rumah.

Lalu anak saya ungsikan ke rumah mertua di Grogol, yang ternyata harus evakuasi ke lantai 2 karena banjir berarti Grogol.

Kemudian saya di tilpun, kolam ikan Gurami di Depok bobol dan ikannya mencari kebebasan di sungai dan kebun tetangga seraya membentuk GAM, Gurame "agak" Merdeka, sebab tidak lama kemudian di buru oleh pemancing amatiran.

Sekarang saya masih di Grogol ikut mertua sebab ini yang ada lotengnya kalau ada banjir bandang susulan. Di Grogol sendiri cerita banjir kelewat banyak. Ada tetangga menghidupkan mesin air, padahal body mesin masih basah sehingga tersengat listrik dan harus meregang nyawa beberapa hari kemudian. Berapa orang dari kita menyadari bahwa mesin cuci, mesin pompa, kulkas adalah benda yang dilengkapi kabel ijo yang maksudnya harus di ARDE (earth).

Kecelakaan lain diceritakan sekalipun sudah tercium bau gas bocor, seorang warga Grogol masih nekat menyalakan kompor, rupanya gas dalam tabung LPG bocor dan sebagian terlarut di permukaan air banjir dan menjalar ketika mencium bau api. Maklum Gas kalau kena hawa dingin maunya mengendap disitu. Korban kebakaran di rawat di RS Grogol.

Mestinya TV mensosialisasikan tindakan pengamanan pra dan pasca banjir, tetapi para penyiar apalagi SCTV membuat saya sebel kalau melakukan wawancara lebih tepat dibilang INTEROGASI, dan EMOSIONAL !(lho saya juga ikutan emosional). Saya perhatikan ketika nara-sumber mencoba menerangkan sesuatu mereka hanya menunggu saat memotong pembicaraan lalu dengan galak memojokkan sang nara sumber. Tanpa santun.

Tetapi LSM dan DPR kita lebih sibuk mencoba menurunkan Gubernur Sutiyoso daripada membantu yang kebanjiran. Positifnya, paling tidak ibu Gubernur mengerem dulu kegemarannya membeli berlian untuk sementara.

Salam,
Mimbar

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com