Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 12, 2006

Ayam Kampung dan Toxo

Date: Sun Nov 16, 2003 9:38 am 12526

Ketika istri keguguran Oktober 03 lalu saya membaca "bill" tagihan yang menyatakan ada pemeriksaan "toxo" - sebuah parasit 3-6 mm yang berbentuk batang lengkung konon mampu menggugurkan janin. Memang hasilnya negatif. Begitu kata dokter Munawir dari Harapan Kita. Selama ini orang berfikiran bahwa toxoplasma cuma didapat pada orang
yang bergumul dengan binatang peliharaan seperti anjing, kucing, kera. Ternyata toxo bisa didapat dari makanan. Ternyata toxo tidak bisa dianggap remeh temeh lantaran ia mampu bersarang di otak, otot, mata, jantung dan usus sehingga proses de-toxo bisa memakan waktu lama. Penderita yang akut bisa berakibat mandul, misscarriage, bayi cacat, gangguan saraf.

Ternyata lagi, Indo mencatat prevalensi 20-60% yang artinya dari 220 juta penduduk ada 44-132 juta yang mengidap Toxoplasma gondii. Cina yang selalu terkenal dengan jorok, prevalensi penderita 5%, Thailand 10%. Kenapa yang jelek-jelek selalu kita yang menang. Kalau dibahas nanti dibilang nasionalis tipis. Ternyata kalau dulu toxo bisa didapat dimana-mana asal berasal dari ayam broiler, sekarang ayam kampung (buras) sudah ikutan "lenjeh" mengidap toxo.

Pria yang menyebarkan isue bikin gelisah ini bukan sembarang omong.
Dia doktor dari Trisakti yang mengambil sampel darah ayam buras (galus galus domesticus), lalu mengambil organ yang paling banyak tempat bersarang toxo yaitu ampela dan uritan (indung telur). Hatsilnya separuh ayam buras yang keliaran di Jakarta terinfeksi toxo. Rupanya kebiasaan ayam makan rumput dan kotoran inilah yang menyebabkan parasit ikut bersarang.

Gilanya lagi kuman bisa bersarang di sperma sehingga mampu menular lewat hubungan sexual terutama kalau ada vagina atau apalah yang lecet.

Ternyata, mencegahnya mudah. Cuci tangan sebelum makan, masak makanan sampai matang "welldone" agar kista didalam daging bisa ikut terebus dan mati. Itu cara konvensional, sebab sejauh ini vaksinnya belum ada."

Yang jelas ada, makan ini takut, makan ono serem.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com