Anglingdarma - dan Naga Ngiler

Date: Thu Oct 4, 2001 9:32 am

Entah keranjingan Sinetron Prabu Anglingdharma yang pakai suara dalam "ANGLINGDHARMAAAAA", maka guru SMP anakku menugaskan si Satrio, bungsu untuk membuat makalah ANGLINGDHARMA. Padahal saya tontonannya Nagiiiin, yang pemainnya seperti mirip Enny Beatrix tanpa andeng-andeng di swiwi kiri bawah.

Yang saya inget Angling ini ini rada punya penyakit "Voyeu...." nyamar jadi belibis putih, biar bisa nginjen putri mandi. Apa dulu familian sama Jaka Tarub (bukan TNI), juga ya kok penyakitnya sama. Angling ini juga bisa ikutin Dr. T. Lobsang Rampa, yang pindah arwah ke badan orang lain, tapi belum ke Arowana. Konon bisa komunikasi dengan Cicak-cicak didinding, yang ketangkep basah jadi paparizzi di peraduan Prabu Anglingdharma.

Sudah beberapa hari anak ini saya suruh dia ke Warnet, searching, and searching, bukannya dapet situs Anglingdharma malah di "straap" oleh gurunya karena pulang sekolah kok main ke Warnet. Padahal Warnet adalah tempat maksiat yang sebaiknya tidak dikunjungi, seperti juga halnya tempat persewaan Playstasion, atau Dingdong. Uangnya untuk jajan saja, biar kenyang (dulu memang saya pikir hidup cukup jajan
jasmani saja).

Saya lihat tahun ini sudah 2001 M

Enggan berdebat dengan gurunya, sebab pernah sekali waktu dalam rapat pra-Tour ke Cirebon-Yogya-Magelang, sang Guru bilang akan mendatangi 17 obyek wisata secara mendetail dalam waktu 3 hari. Saya terus memberikan masukan, kata lain dari mengeritik, pak Guru dua-tiga obyek wisata, katakan dari Borobudur, ke Mendut, ke Kalasan, Ke Kraton, itu bisa satu hari sudah gempor kaki dan gringgingen mulut sang pamong. Kok 17 sekaligus, opo bukan aheng ? Kecuali kalau cuma "kulonuwun" didepan obyek wisata. Lha itu bisa 20 lokasi atau situs sehari.

Lebih baik bilang 10, nantinya 17 kan itu bonus, kalau bilang 17 kenyataannya 10 itu bohong kepada murid. Itu usul saya.

Hari berikutnya, anakku disindir, "kami Dewan Guru seperti ditampar oleh ucapan seorang wali murid, dst...dst..."

Saya lihat tahun ini 2001 SM.

Tahun WTC ambleg. Tahun orang mereka-reka WTC dengan Dingbat yang ternyata cuma "bogus". Atau malah ketahuansering naik pesawat ke Amrik tapi tidak "nggateke" kode penerbangan pesawat sehingga sedikit nggeladrah.

Sepagian ini bapaknya akhirnya musti ke kantor lebih pagi, agar bisa surfing (ngak rebutan modem yang cuma satu untuk orang seabreg di kantor) di Gramed, Gunung dan Kanisius. Yang dicari belum ketemu.

Kalau bapaknya cari diloakan pasar Senen, dikira mau pasang Bom, atau bolos padahal memang. Saya memang sempet cari kata ANGLING dan ANGLINGDHARMA di Internet, yang diusulkan adalah alat pancing ikan gaya ANGLER. Weleh.

Tolong bapak dan ibu kalau ada informasi dimana saya bisa cari en dapetken Prabu AnglingDharma dan patih Batik Madrim yang sama saktinya. Sebetulnya sih kalau cuma suruh ndongeng bisa saja, tapi kan musti ada daftar buku, ini yang repot.

Terimakaseee!
Post a Comment

Popular posts from this blog

Nyaris bentrok antar angkatan

Daftar Pemain Nagasasra dan Sabukinten

Meditasi Lilin bikin PeDe