March 08, 2006

Ang Pau sudah ada jaman VOC

Date: Wed Jan 29, 2003 10:50 am

Angpao dari kata "ANG" biasanya berarti warna merah. Sementara Ang I Niotju adalah bidadari berbaju merah favoritnya pak Sri dalam serial "Pendekar Bodoh"- sebuah cerita silat fiksi karangan Kho Phing Ho sebagai cerita silat pertama yang saya baca (1960) dalam hidup saya.
Angpau adalah uang yang dibungkus dalam amplop berwarna merah. Sebentar lagi saudara kita dari keturunan akan merayakan Sincia pada 1 Februari dan tradisinya diteruskan sampai 15 hari sampai ke perayaan CapGoMeh. Tetapi keponakan saya (5th), kalau ulang tahun sudah bisa minta angpau yang amplopnya tidak harus berwarna, tetapi isinya musti uang kertas berwarna ANG" alias ratusan ribu....

Ini cilaka betul, anak TeKa sudah ada ngarti mana uang hijau (ribuan) mana uang merah (ratusan).

Seratus tahun lalu, di Betawi perayaan SinCia jatuh pada 29 Januri 1903, koran Bintang Betawi melaporkan bahwa suasana kali ini lebih sepi daripada biasanya. Suara petasan juga jarang terdengar lantaran memang dari dulu Polisi juga sudah membatasi pembakaran petasan hanya boleh sampai sehari sebelum "sembahyangan" tiba. Ada jeda "bakar-bakaran semasa periode sembahyangan " Setelah itu bebas bakar.

Orang Tiong percaya bahwa sehari sebelum datangnya hari "H". para arwah berkeliaran di bumi untuk menjadi intel. Kalau ada rumah yang sajennya bagus doanya bagus, maka doa-doa ini akan disampaikan kepada Dewan Pinisepuh yang diatas sana..

Tetapi ada yang berprasangka bahwa sepinya Sincia 100 tahun lalu lantaran lebih banyak yang mengerubung bandar (pachter) judi dikawasan Senen, Pasarbaru, Glodok.
Ketika Sincia tiba, maka para pedagang Tionghoa biasanya menjadi sasaran pembesar Kompeni. Padahal ketika hari besar para pembesar Kumpeni itu tiba, misalnya hari besar Nasrani, para pedagang masih juga punya kewajiban memberikan "anteran" - hari besar laen masih kelompok minoritas pada waktu itu.

Mereka diminta dengan sukarela tetapi harus untuk mengantarkan anteran berupa peti berisikan minuman "halus", kain putih, kain sutera, bisa juga berujut yang agak murahan yaitu gula dan teh. Tetapi banyak juga yang memberikan mentahannya sehingga koran Bintang Betawi menuliskan "Saja ada lihat, penerima amplop itoe tiada banyak bitjara, amplop itoe teroes dikasi masoek dalam sakoe djasnya."

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com