Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 18, 2006

Akibat SMS salah kirim, periuk nasi terancam

Di Indo, nama seseorang sering diberi akhiran sesuai dengan pekerjaannya. Paidi Kebo karena kerjanya "blantik" kerbau, Karto Baygon lantaran kerja di pabrik kimia. Orang Australia nampaknya kesulitan menyepel nama saya. Mimbar Saputro jadi Mambar Gaputr, yang akhirnya untuk mempermudah saya tulis saja nama sebagai "Mini Bar" - nampaknya nama ini mudah dihapal. Saya sempet bergurau kalian orang Australia dasar pemabok, nama saja harus ada hubungannya dengan alkohol baru nyantel di otak.  


Seorang teman namanya Steve, asal dari Queensland - Australia. Badannya seperti pegulat dengan tato dikedua lengannya. Pekerja pengeboran berpangkat "derrick man" ini lebih kondang sebagai "doggie" - bukan karena dia peternak anjing, tetapi rumor mengatakan bahwa gaya itu yang paling menjadi favoritnya dalam urusan esek-esek. Kalau ada lirik "walking like a god" maka empat hurup pertama diganti maka itulah plesetannya. 


Semula saya memanggilnya Steve, namun banyakannya dia tidak menoleh. Beda kalau dipanggil "doggie" otomatis kepalanya berputar mencari arah suara. Selain tato "doggie" punya hoby lain yang anjing sirkuspun tidak mampu melakukannya yaitu mengirim SMS - yang dalam bahasa Osie sebagai "TEXT" kepada pacarnya. Kalau ada waktu istirahat yang oleh orang Ozie disebut "Smoke-Oh" atau dilantunkan "smoko", bisa dipastikan ia mojok, merokok lintingan lalu jempolnya bisa-bisa aje "ngape" mengirim text dengan HP. 


Rupaya malam itu ia terlindas apes, kata-kata mesra kepada pacar yang biasanya tidak beda dengan bahasa party-line seperti "tusuk,sedot, kenyot"  kepada pacarnya ternyata nyasar masuk layar HP pimpinannya. 


Malam ia kirim text nyasar. Paginya ia langsung dipulangkan dari rig. Permintaan maafnya ditelikung atas dua perkara, bermain SMS saat bekerja, yang kedua adalah kata-kata tak senonoh terhadap pimpinan. Tiada maaf baginya. Just one-way out. Ia harus meninggalkan pekerjaannya.

Padahal dalam seminggu ini ada 3 pekerja "quit" dari pekerjaannya, dan Doggie terusir karena kesalahan yang menurut saya minor sekali. 

Tapi itulah negeri mawa cara.

Victoria 28 Dec 2004


No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com