Sebuah catatan memasuki usia LANSIA. Ada yang bilang untuk memelihara binatang seperti anjing, kucing atau burung, maksudnya muncul rasa persahabatan dan saling membutuhkan. Saya menyikapi hidup dengan dengan tetap bekerja sambil memelihara pena. Perawatannya mudah, sering diajak jalan-jalan, putar pikiran. Saya merasa sebagai penulis sebab selalu ingin menulis setiap hari.

March 01, 2006

Sate Madura dan Siti Madura

Catatan Perjalanan sehari ke Sampang. Agustus 2003


Sambutan tunggal yang diberikan oleh Bupati (terpilih dua kali sampai menimbulkan kontroversi) dari Sampang dalam resepsi pernikahan keponakan saya beberapa hari lalu di Sampang memang rada nakal.

Lantaran keponakan lelaki saya berasal dari "Purworedjo" maka dibuat bulan-bulanan dengan pertanyaan "Mengapa Sampang terkenal dengan gudang putri Ayu" Bupati mengambil contoh, sate Madura (Sate Ayam kalau di sana). Siapa nggak kenal dengan Sate Madura. Dari Sabang sampai Merauke, bahkan sampai ke manca negara.

Madura adalah tanah tumpah darah sate lizaad zidaan. Tidak ada sate yang kesohor seperti sate Madura. Sampai ada joke, kenapa di Madura tidak ada Bandara? sebab kalau tukang sate satu kabupaten kumpul semua maka asap tebal bakaran sate bisa-bisa dikira ada hutan terbakar. Sehingga pesawat urung mendarat.

Itu baru sate Madura, coba soto Maduranya. Kuahnya sangat terasa seperti gule sehingga kalau memasuki tenggorokan rasanya glek-glek, Nyamaaan. Dan khasiat rempah dalam masakan ini juga bisa meningkatkan aktivitas libido manusia. Pendeknya makan Sate ditemani Soto Madura, adalah pasangan afdhol....

Ada lagi yang ketinggalan, yaitu SITI-Madura (kebetulan nama pengantin putri Sitti Muatitah, sehingga Bupati bilang, kalau soto madura bihunnya puteh, maka Siti seko Madura bihunnya (tidak puteh). Dan ini juga produk Sampang yang kesohor kemana-mana. [hadirin grr disini].

Bupati yang mengaku perwira lulusan Akpol ini merupakan polisi di Indonesia yang jadi Bupati sebelum di sapu bersih oleh angkatan lain. Karena kebetulan Ipar saya yang orang tua pengantin ini juga lulusan AKPOL juga, maka tidak heran dari mulai akad nikah sampai resepsi pernikahan, bupati ini rajin mengikuti seluruh rangkaian mata acara.

Di akhir acara, di halaman luar saya lihat pak Bupati mengeluarkan segepok uang ribuan dan dibagikan kepada anak-anak anak-anak. Persis rirayanan (hari raya).
Jadi kalau sudah Makan Sate, ditemani Soto dan punya Sitti. Itu baru lengkap.

Tak Iyya.



Mimbar Seputro
Kesukaran cari Sate Madura apalagi Sitti
Yang banyak Soto Madura.

No comments:

Blog Archive

Mimbar Saputro as Pakde Blangkon

My photo
Anak tangsi Brimob yang menulis blogger. Bekerja sebagai MudLogger "tukang ambil conto batuan" di rig-rig pengeboran, Indonesia, Papua Niugini, Muay Tai, Philippine, Pakistan, Australia. Sekolah: SD 43 Kertapati, SMP 3 Lampung, SMA2 Lampung, UPN Yogya(tak selesai), UNPAD (tak selesai). Kontributor jurnal publik wikimu.com